OK… Waktunya curhat colongan, sebuah cerita dan berita nggak penting yang nggak akan pernah kamu denger dari tempat lain.
We have to settle a thing first. Saya sekarang ada di Malang, menjalani pelatihan tahap kedua (dari 4 tahap) menuju ke International Mathematical Olympiad 2010. Dan curhat colongan ini ada hubungannya dengan pelatihan ini.
Sebelum pelatihan ini, saya sempet ikut International Zhautykov Olympiad. Saya hampir dapat medali, dengan 11 poin, dan syarat medali adalah 12 poin. Ini disebabkan oleh ayam-ayam sial di sana moderasi yang cukup panjang dan lama, sehingga membuat team leader kami juga kecapekan.
Memang ada penurunan dalam prestasi saya dalam olimpiade ini. Tahun lalu, saya berhasil meraih medali perunggu, dan tahun ini, saya pulang tanpa membawa apa-apa.
Ditambah lagi, kondisi saya dalam mengikuti olimpiade ini tidak fokus, karena tidak sempat belajar, dikarenakan harus mengajar untuk membantu menutupi dana untuk pergi ke Kazakhstan, tempat International Zhautykov Olympiad berlangsung. Sekolah saya sendiri, juga dari yayasan BPK PENABUR, TIDAK MAU MEMBANTU dalam DANA, SEPESER RUPIAH PUN TIDAK DIKELUARKAN.
Sekedar informasi, sekolah saya adalah SMAK 1 PENABUR Jakarta. Deskripsi dari wikipedia sudah cukup menjelaskan tentang sekolah saya ini. Ya, sekolah yang sangat berprestasi.
Kembali ke masalah saya tidak mendapat medali. Saat itu, hanya ada waktu 3 minggu sampai pelatihan yang sekarang saya jalani ini.
Saya jelas membutuhkan surat untuk masuk ke pelatihan ini. Dan surat ini butuh tanda tangan ke Kepala Sekolah SMAK 1 saat ini (kalau Anda cermat, Anda dapat menemukan namanya di link tadi)
Saya langsung ke kantor kepala sekolah, dan kepala sekolah mempersilahkan saya untuk duduk di ruangannya.
Tak lama, dia langsung membuka pembicaraan, “Kamu bawa oleh-oleh apa dari Kazakhstan?”
Kalau Anda masih ingat tentang Kazakhstan (saya baru saja menuliskan tentang itu di beberapa paragraf lalu, monggo dicari), mungkin Anda bisa menebak apa yang langsung ada di pikiran saya. Dia cuma mau “memperingatkan” saya, kalau saya tidak dapat apa-apa di Zhautykov.
Ndableg! Saya pengen misuh2 langsung di sana. Akibat sadar diri di kantor kepala sekolah, saya langsung mengurungkan niat itu.
Saya bisa saja menjawab boneka, sayangnya saya tidak sempat membeli boneka di sana. Kalau ada, sudah saya berikan. Pada akhirnya, kata yang saya keluarkan adalah “pengalaman”.
Lalu dia langsung memojokkan berbicara lagi, “Saya dengar ada anak baru (baru masuk di Zhautykov tahun ini) yang dapat medali.”
NDABLEG. JANGKRIK. Kurang tajem pak, kurang mantep. Udah mojokkin, salah pula. Yang dapat medali di Zhautykov bidang Matematika cuma yang udah ikut taun lalu. Saya langsung puas2in berargumen di situ. Misuh-misuh nggak, counterattack harus ada! *tentunya dengan nada sopan bin manis, secara masih sadar diri berbicara dengan penguasa kepala sekolah, dengan hati dongkol dan pengen langsung misuh2*
Dan saya berhasil meyakinkan kalau surat pergi ke pelatihan itu ada di tangan saya. Sang kepala sekolah ternyata cukup baik juga memberikan surat ini.
Sekian curhat colongan ora jelas ini. Selanjutnya, waktunya istirahat!
PS: Kok iPod saya kayaknya rusak ya? Check it out, ada garis2 itemnya (ga jelas si di gambar). Kalo LCDnya dimatiin sih ga keliatan.

PPS: Personal Best Rubik’s Cube saya jadi 22.23! YAY!
such that
, prove that


